JURNAL PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, merupakan publikasi ilmiah primer yang memuat hasil penelitian primer komoditas perkebunan yang belum dimuat pada media apapun, diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, DIPA 2011 dan 2012 terbit empat kali setahun.
Jurnal Littri Puslitbang Perkebunan Vol.18 No.2, 2012
15 Agustus 2012
Jurnal Littri Puslitbang Perkebunan Vol. 18 No.1, 2012
01 Mei 2012
Jurnal Littri Puslitbang Perkebunan Vol.17 No.4, 2011
17 Januari 2012
Jurnal Littri Puslitbang Perkebunan Vol.17, No.3, 2011
03 Desember 2011
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 Agustus 2012
Jumat, 13 Juli 2012
Prosiding Seminar Nasional "Peningkatan Daya Saing Agribisnis Berorientasi Kesejahteraan Petani" 2010
Prosiding ini merupakan kumpulan makalah dari Seminar Nasional "Peningkatan Daya Saing Agribisnis Berorientasi Kesejahteraan Petani" yang diselenggarakan di IPB International Convention Center, Bogor 14 Oktober 2009
|
Makalah Utama : Posisi Daya Saing Pertanian Indonesia dan Upaya Peningkatannya
Arief Daryanto
Eksistensi Pertanian Skala Kecil dalam Era Persaingan Pasar Global
Sumaryanto
Strategi Penumbuhan dan Proteksi Sektor Pertanian
Sri Hery Susilowati dan Reni Kustiari
Makalah Penunjang :
Strategi Peningkatan Daya Saing Agribisnis Kopi Robusta dangan Model Daya Saing Tree Five
Soetriono
Kebijakan Tataniaga Gula Terhadap Ketersediaan dan Harga Domestik Gula Pasir
Maria
Pola Tanam Berdaya Saing Komoditas Unggulan Pada Lahan Kering dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani
Amar K. Zakaria
Senin, 19 September 2011
Kajian Agribisnis Jeruk Pamelo dalam Mendukung Pengembangan Agropolitan di Kabupaten Pangkep
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem Agribisnis pada Jeruk
Pamelo yang memungkinkan berkembangnya Agropolitan di Kabupaten Pangkep dan menemukenali
sarana dan prasarana agribisnis yang mampu mendorong pengembangan Agropolitan
di Kabupaten Pangkep. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah yang menjadi
sentra pengembangan Jeruk Pamelo di Kabupaten Pangkep, meliputi Kecamatan
Labakkang dan Kecamatan Ma’rang.
Salah satu acuan yang dapat digunakan
untuk melihat potensi pengembangan komoditas dimasa datang, khususnya komoditas
pertanian, ditinjau dari segi potensi lahan.
Berdasarkan potensi yang dilihat pada luas komoditi yang diusahakan,
Jeruk Pamelo sebagai komoditi unggulan memiliki potensi kesesuaian lahan
optimal pada Kecamatan Ma’rang dan Labakkang.
Luas panen keduanya mencapai 88 % dari total yang ada di Kabupaten
Pangkep
Hirarki pusat pelayanan yang disajikan tersebut memberi gambaran bahwa
Kecamatan Labakkang dan Ma’rang dalam kedudukannya sebagai orde kedua memiliki
potensi pelayanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan berkembangnya kegiatan
yang berkaitan dengan agropolitan, yang tentu saja sangat bergantung pada
keterkaitan spasial wilayah lainnya, meliputi pada kelembagaan ekonomi,
pemasaran serta aksesibilitas untuk berlangsungnya kegiatan ekonomi berdasarkan
saluran pemasaran yang ada.
Berdasarkan hasil kajian agribisnis, baik
ditinjau dari segi komoditi maupun kewilayahan (spasial), maka dapat
disimpulkan bahwa sistem Agribisnis Jeruk Pamelo dapat menunjang pengembangan
Agropolitan di Kabupaten Pangkep dengan penguatan di sektor teknologi dan
permodalan, dimana pengembangan Agropolitan membutuhkan hubungan
interkoneksitas dari lembaga permodalan, lembaga riset, industri pengolahan
serta penyediaan terminal induk agribisnis.
Kata Kunci : Agribisnis, Jeruk Pamelo, Agropolitan
Selasa, 13 September 2011
Pembentukan Jagung Hibrida Umur Sedang Toleran Terhadap Phosfor Rendah
ABSTRAK
Upaya untuk mengatasi kondisi kekurangan Phosfor (P) pada lahan penanaman
jagung umumnya dapat dilakukan dengan dua cara, yakni meningkatkan penggunaan P
melalui pemupukan atau penanaman tanaman terpilih dari varietas jagung yang
efisien penggunaan P. Pemakaian pupuk P dosis tinggi pada tanaman menyimpan
bahaya berupa meningkatnya aktivitas unsur logam berat, yang kemudian dapat
masuk ke produk tanaman. Sehingga cara lain
yang dapat ditempuh adalah meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk an
organik salah satunya dengan memanfaatkan varietas yang efisien P. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mendapatkan varietas jagung hibrida umur sedang
yang toleran terhadap phosfor rendah.
Pada penelitian ini dilakukan persilangan dengan metode dialil terhadap
galur-galur yang diharapkan dan dilanjutkan dengan evaluasi toleransi di
tingkat lapangan. Berdasarkan
keunggulan pertumbuhan vegetatif dan keunggulan hasil yang diperoleh terdapat
tiga genotip jagung hibrida berumur
sedang yang toleran terhadap phosfor rendah yakni B11209Mr1401, B11209Mr1403 dan G193Mr1403. Dosis
phosfor 15 kg per ha yang diberikan pada
beberapa genotip jagung hibrida mampu
mengimbangi bahkan lebih baik
pertumbuhannya dari tiga varietas pembanding yang terdiri dari DK 3,
DMI3 dan Bima 5. Untuk mendapatkan jagung
hibrida yang mempunyai daya adaptasi terhadap jenis tanah dan iklim yang luas
serta mampu meningkatkan hasil biji per satuan luas disarankan dilanjutkan uji
adaptasi pada lingkungan tumbuh yang berbeda sebelum akhirnya dilepas sebagai
calon varietas unggul baru.
Kata Kunci: Jagung
hibrida, umur sedang, toleran phosfor rendah
Baca Artikel ...download file
Langganan:
Postingan (Atom)
